Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah adalah

Pencarian tentang pertanyaan Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah adalah beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.

Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah adalah
A.orkesta
B.band
C.karawitan
D.piano

Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah adalah

Dari pertanyaan  Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah adalah.. maka jawabannya adalah C. Karawitan

Seni karawitan dapat dikatakan fungsional, apabila adanya maksud atau penyajian seni karawitan yang tidak seutuhnya untuk kepentingan seni karawitan. Dalam arti ada fungsi lain selain fungsi penyajian seni karawitan itu sendiri. Ditinjau dari fungsional tersebut, terdapat tiga fungsi, yaitu sebagai musik pengiring, sosial, dan komersial.

Pertanyaan Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah adalah.. kami memberikan jawaban dari pertanyaan tersebut dengan berbargai penjelasan lengkap dan rinci.

Karena, jawaban pertanyaan Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah adalah.. yang kami utarakan di atas sudah melewati proses moderasi.

Jika kalian masih ragu dengan jawaban dari pertanyaan Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah adalah.. yang kami berikan kepada kalian, kami akan bahas tentang Karawitan di bawah ini.

Kemudian, kami juga menyarankan kalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Alat musik ritmis adalah alat musik yang memiliki fungsi memainkan unsur beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.

Karawitan Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah

Pengertian Karawitan

Karawitan berasal dari istilah rawit, yang mungkin berarti rumit dan berbelit-belit, tetapi juga bisa berarti halus, lembut, indah, berliku-liku, dan lezat bila digunakan bersama dengan kata lain. Awalan ka- dan akhiran-an bergabung membentuk istilah karawitan, yang biasanya digunakan untuk menyebut krawitan dalam bahasa Inggris. Hal ini terjadi sebagai akibat dari proses penghilangan atau penghilangan vokal dari bahasa.

BACA JUGA:   Budidaya pembenihan ikan yang dapat dipelihara pada kolam air deras yaitu

Karawitan, juga dikenal sebagai krawitan, memiliki dua arti yang berbeda: arti luas dan arti khusus. Krawitan adalah istilah yang mengacu pada musik instrumental secara umum. Krawitan dalam arti yang lebih spesifik adalah seni menciptakan suara vokal atau instrumental dalam melodi slendro dan pelog secara tradisional.

Dalam arti dapat dihadirkan dengan sendirinya, Karawitan juga dapat dihadirkan bersama dengan bentuk-bentuk ekspresi seni lainnya. Selain kesenian wayang dan seni tari, kesenian kethoprak, kesenian ludrug, kesenian wayang wong, dan kesenian Jawa lainnya, terdapat berbagai kesenian lain yang diiringi dengan alat musik.

Seni musik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan media suara sebagai media utamanya (bahan baku). Selain seni musik, ada banyak bidang seni lain untuk dijelajahi, termasuk seni lukis, tari, teater, sastra, teater, dan kerajinan, di antara banyak pilihan lainnya. Yang membedakan satu disiplin seni dengan yang lain adalah bahan baku atau media yang digunakan, yang bervariasi dari satu cabang seni ke cabang seni lainnya.

Seni musik terbuat dari suara sebagai bahan dasarnya (medium). Dalam seni sastra, bahasa adalah bahan mentah (atau medium) yang digunakan untuk menciptakan karya. Gerak adalah medium tari, sedangkan bentuk dan warna adalah medium seni lukis dan seni pahat.

Seniman adalah mereka yang bergerak di bidang seni yang bertanggung jawab atas pengolahan bahan-bahan dasar tersebut. Sedangkan barang jadi disebut sebagai “pieces of art”. Menurut alasan penciptaannya, karya seni tersebut difungsikan oleh seniman yang melakukan pemrosesan. Dapat dikatakan bahwa sebuah karya seni baru memiliki tujuan jika karya yang dihasilkannya dilakukan untuk kepentingan orang lain. Karena alasan karya seni tersebut dibuat dan dipentaskan, karya seni khususnya seni musik memiliki kegunaan (fungsi) baik bagi seniman yang menciptakannya maupun bagi penonton yang melihatnya (apresiator).

BACA JUGA:   Tiga rintangan 6-ohm, 4-ohm dan 12-ohm dipasang secara paralel dan terhubung ke tegangan listrik

Karawitan murni dapat dibedakan dari karawitan fungsional, yang dapat dibedakan dari kedua kategori ini berdasarkan keberadaan fungsi penciptaan.

Karawitan Murni

Karya seni, khususnya seni musik Jawa, diciptakan dengan tujuan tertentu atau hasil tertentu. Niat tersebut harus dapat disampaikan kepada orang lain agar efektif. Yang disebut dengan kegiatan apresiasi adalah komunikasi yang terjadi antara penulis atau penyaji dengan penonton.
Aspek kebahasaan terdapat dalam penyajian seni karawitan, khususnya lagu masa kini (yang disajikan dengan nyanyian), dan unsur ini juga terdapat pada lagu rumpaka atau geguritan. Akibatnya, dengan memperhatikan komposisi lagu akan lebih mudah bagi pemirsa biasa untuk memahami maksud atau tujuan dari karya seni musik, seperti yang ditunjukkan di atas dalam pendahuluan. Tetapi bagi penonton dengan apresiasi seni yang tinggi atau yang telah menerima instruksi apresiasi seni, memperhatikan maksud yang melekat pada karya musik berarti tidak hanya memperhatikan penyajian lagu tetapi juga dengan menghargai suara indah yang dihasilkannya.

Demikian pula dalam hal cara seniman menampilkan karya seninya, ada yang menggunakan kekuatan penuh seni karawitan, ada pula yang menggunakan media lain selain seni karawitan. Salah satu tekniknya adalah yang ditunjukkan dengan “fungsi karawitan murni”, yaitu cara dan tujuan penyajian yang memanfaatkan dan mencita-citakan sepenuhnya ruang lingkup seni musik itu sendiri.

Peran seni musik, dalam kaitannya dengan pertimbangan tersebut, dapat dibagi menjadi tiga kategori: ekspresi jiwa, apresiasi estetika, dan hiburan (dalam arti yang paling murni).

Karawitan sebagai Ungkapan Jiwa
Manifestasi jiwa adalah pertunjukan musik di mana seniman mengekspresikan apa yang ada di hatinya melalui musik.

Karawitan sebagai Apresiasi
Karawitan memiliki fungsi apresiasi, artinya setelah mengapresiasi sebuah karya musik, baik melalui pertunjukan maupun mendengarkan, akan muncul pengalaman baru baik bagi penonton maupun pelaku yang membawakan karya tersebut.

Hiburan
Artinya, seseorang dapat terhibur dan rasa senang dapat tumbuh di dalam hatinya dengan bermain atau mendengarkan musik, itulah yang dimaksudkan oleh Karawitan.

BACA JUGA:   Setelah selesai berolahraga,sebaiknya pakaian diganti agar

Fungsi Karawitan

Apabila ada tujuan atau penyajian seni musik yang tidak sepenuhnya untuk kepentingan seni musik, maka disebut seni musik fungsional. Dalam artian ada peran lain yang diemban selain fungsi menampilkan seni musik. Menurut klasifikasi fungsional, ada tiga fungsi: iringan musik, interaksi sosial, dan interaksi komersial.

1. Musik Pengiring (atau musik latar)

Pengiring artinya kedudukan seni musik hanyalah salah satu komponen dari keseluruhan penyajian, yang ditunjukkan dengan pengiring. Dengan kata lain, mungkin ada fungsi lain yang lebih penting dari tujuan seni musik, dan sebaliknya.

2. Sosial

Contoh yang baik dari hal ini adalah berbagai cara musik dapat digunakan untuk mempengaruhi jiwa atau mengubah pikiran orang-orang yang mendengarnya untuk tujuan sosial seperti pendidikan, informasi, keberhasilan suatu program, kampanye politik, tujuan keagamaan, dan sebagainya. .

3. Komersial

Seni musik berkembang mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan kehidupan manusia, tidak lagi hanya mementingkan kebahagiaan batin atau spiritual. Orang-orang sekarang terlibat dalam kegiatan kreatif, khususnya seni musik, dengan tujuan memenuhi tuntutan fisik atau materi mereka juga. Seniman yang bekerja dalam seni musik melakukannya untuk mencari nafkah.

Asal usul Karawitan

Meski istilah karawitan sudah sering terdengar, namun belum mendapat pengakuan luas. Berbeda dengan seni suara yang sudah terkenal di seluruh dunia. Kedua kata itu, di sisi lain, memiliki arti yang sama.

Berikut ini adalah beberapa pandangan tentang asal-usul karawitan :

1. Itilah ini berasal dari kata cabai rawit, yang mengacu pada jenis cabai yang kecil, berwarna merah cemerlang, dan memiliki rasa pedas. Menurut definisi ini, karawitan digambarkan sebagai segala sesuatu yang khas dan indah, serta bermanfaat.
2. Bunyi dan pengucapan rawit hampir identik dengan kata-kata sulit. Dalam konteks ini, karawitan dicirikan sebagai bidang studi yang sulit yang mencakup berbagai segi keberadaan manusia.

Selain dua perspektif yang berbeda tentang asal usul karawitan yang dibahas di atas, ada dua makna lagi yang perlu dipertimbangkan, yaitu pemahaman khusus dan pemahaman generik. Studi seni musik adalah disiplin ilmu yang menyelidiki seni pada umumnya, dan mencakup studi seni musik pada khususnya, serta studi tentang tari, seni seni, dan seni sastra. Pengertian umum tentang karawitan, di sisi lain, adalah bentuk seni yang menggunakan suara sebagai media dan memiliki ciri-ciri daerah yang berbeda di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:   Google drive adalah layanan google untuk

Tradisi adalah istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan seni daerah. Seni tradisional dicirikan oleh usianya yang tua, tidak adanya penemu yang diketahui, dan fakta bahwa ia diturunkan dari generasi ke generasi.

Berdasarkan kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa karawitan adalah salah satu bentuk seni suara di Indonesia yang mengandung kualitas tradisional atau kedaerahan, seperti yang terkait dengan tradisi daerah.

Seni musik Karawitan dapat ditemukan di sejumlah daerah, antara lain pulau Jawa, Sumatra, Madura, dan Bali, serta di daratan. Karawitan tampil di atas gamelan, alat musik tradisional Indonesia. Sebut saja gamelan pelog/slendro (untuk jenis ensambel/presentasi kelompok), gamelan Cirebon, gamelan gamelan, dan gamelan Cianjuran. Dalam praktiknya, seni musik dapat digunakan untuk mengiringi tarian dan lagu, serta untuk menciptakan suasana hati. Di sisi lain, dimungkinkan untuk mengadakan pertunjukan musik sederhana.

Gending Karawitan Jawa

Gending karawitan Jawa dibedakan menjadi dua yaitu gending dengan laras slendro dan gending dengan laras pelog. Kedua gending itu tentu saja terdapat banyak perbedaan, namun selain terdapat perbedaan juga ada persamaan.

Perbedaan kedua gending tersebut terdapat pada gerakan lagu, ketukan, atau pola ritmik lagu tersebut. Drum yang disetel slendro lebih santai, mudah beradaptasi, dan menarik secara visual. Ketukannya menenangkan, tenang, dan penuh kekuatan, membuatnya cocok untuk orang tua atau orang yang lemah, di antara orang lain. Namun, meski gending pelognya penuh gairah dan sedikit irama kenes yang melengking, melodinya memikat hati dan penuh antisipasi. Tempo lagu ini sangat cocok untuk anak muda atau orang tua yang berjiwa muda.

BACA JUGA:   Salah satu contoh olahraga yang memiliki unsur tolakan yaitu

Mereka yang berjiwa muda atau yang masih berjiwa muda akan menganggap gending pelog gentong sebagai pasangan yang sangat cocok. Pertunjukan tari Gending yang penuh kemeriahan akan mengikutsertakan para penari yang sama-sama bersemangat menyampaikan tariannya kepada penonton.

Gending pelog memiliki ciri yang sama yaitu keduanya dapat digunakan untuk mengiringi jenis tari tertentu, seperti tari golek Lambangsari atau tari Gambyong. Tolok ukur yang digunakan dalam gending slendro hampir identik dengan yang digunakan dalam gending pelog (lihat di bawah).

Ada tiga Gending Laras Pelog Patet yang ada, yaitu:
1. Gending Laras Pelog Patet 5,
2. Gending Laras Pelog Pathet 6, dan
3. Gending Laras Pelog Pathet Barang (7)

Dalam pementasan wayang gedog, ketiga gending tersebut di atas sering digunakan atau diikutsertakan dalam pementasan. Wayang gedog adalah istilah yang merujuk pada wayang Panji, yaitu wayang yang menceritakan sejarah kerajaan Jenggala dan Kediri di Indonesia. Istilah gedog berasal dari kata kedok, yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “topeng”.

Gending-gending laras slendro juga dibagi menjadi tiga, yakni:
1. gending laras slendro pathet 6,
2. gending laras slendro pathet 9,
3. gending laras slendro pathet manyura.

Pertunjukan wayang kulit atau wayang purwa seringkali diiringi dengan musik gending laras slendro.

Selain itu, alat musik digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang kulit, kethoprak, ludrug, upacara keraton, dan tarian seperti tari Srimpi, tari golek, tari gentayangan, dan gathutkaca gandrung, serta jenis pertunjukan lainnya seperti kethoprak dan ludrug. Selain itu, musik gamelan akan dibawakan saat ritual sekaten. Gending krawitan juga digunakan dalam hubungannya dengan ritual kenegaraan, serta upacara ruwatan.

 

Referensi Jenis alat musik yang mengiringi lagu daerah

Jawaban dan juga penjelasan diatas diambil dari banyak sumber sebagai referensi, mulai dari situs google, bing, yahoo, dan yandex.