Keuntungan dan Resiko Saham

Keuntungan dari Saham

Mungkin ini adalah pertanyaan untuk Anda semua pertimbangkan. Ya, tapi apa keuntungan memiliki saham? Akibatnya, jika Anda memiliki saham di suatu perusahaan, Anda akan menerima setidaknya dua manfaat, yaitu dividen dan keuntungan modal, dari investasi Anda.

1. Dividen

Sebelumnya, ada juga diskusi singkat tentang dividen, yang layak untuk diulang. Akibatnya, dividen dianggap sebagai bagian dari pendapatan perusahaan, dan laba selanjutnya dianggap sebagai hak pemegang saham. Itulah mengapa sangat penting bagi Anda untuk memilih perusahaan yang menguntungkan dan berkualitas tinggi untuk memaksimalkan keuntungan Anda. Akibatnya, Anda akan memiliki opsi untuk mendapatkan dividen.

BACA JUGA:   Cara Menghitung Average Down Saham, Serta Pengertian dan Terminologinya

Kapan perusahaan membagikan dividen dan jenis dividen apa? Faktanya, sebuah perusahaan dapat membagikan dividen kepada pemegang sahamnya dengan berbagai cara. Meskipun tidak semua dividen diciptakan sama, setidaknya ada dua jenis dividen yang paling umum digunakan oleh bisnis, yaitu sebagai berikut.

a. Dividen Tunai (Cash Dividend)
Dividen tunai adalah sebagian keuntungan perusahaan yang diserahkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai (tunai). Artinya, jika kebijakan dividen perusahaan adalah memberikan dividen tunai, Anda akan menerima cek melalui pos (tunai). Tak perlu dikatakan bahwa jumlah uang yang Anda terima sebanding dengan persentase kepemilikan Anda di perusahaan.

b. Dividen Saham (Stock Dividend)
Apa yang terjadi jika kebijakan bagi hasil diterapkan oleh korporasi dalam bentuk dividen ekuitas? Hasilnya adalah Anda akan menerima sejumlah saham tambahan, yang akan berfungsi sebagai tambahan modal Anda di perusahaan. Hal ini akan mengakibatkan peningkatan jumlah saham yang saat ini diperdagangkan di bursa.

BACA JUGA:   Strategi Investasi Saham untuk Menghasilkan Kekayaan

2. Capital Gain

Selain dividen, ada fasilitas atau keuntungan lain untuk memiliki saham perusahaan, termasuk kemungkinan menerima keuntungan modal. Apa itu capital gain, dan bagaimana cara kerjanya? Menurut definisi kami, capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual ditambah margin positif (+). Artinya, jika harga jual saham lebih tinggi dari harga belinya, selisih antara keduanya sama dengan keuntungan Anda.

Ambil contoh, pembelian 5 lot (500 saham) saham di Bank BCA (BBCA) dengan harga Rp20.000 per saham, dengan total investasi Rp10.000.000. (500×20.000). Harga satu lembar kemudian naik menjadi Rp 22.000 per lembar. Lau, Anda ingin menjual semua saham Anda dengan harga Rp 22.000, yang merupakan harga pasar saat ini. Hasilnya, Anda akan menerima Rp 1.000.000 sebagai capital gain. Spesifikasi lebih lanjut adalah sebagai berikut: (22.000 untuk penjualan dan 20.000 untuk pembelian), atau setara dengan 500 lembar x 2.000 = Rp. 1.000.000 (Rupiah).

BACA JUGA:   Cara Membeli Saham Initial Public Offering (IPO): Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Risiko Saham

Selain memahami kelebihan saham, Anda juga harus mewaspadai risiko dan kerugian yang mungkin timbul akibat berinvestasi di dalamnya. Apa pentingnya ini? Alhasil, ketika Anda mengalami kemunduran, Anda tidak akan merasa terlalu bersalah. Selain itu, dengan mengenali bahayanya, Anda dapat menemukan cara untuk mengurangi risiko tersebut juga. Satu hal yang harus Anda pahami adalah bahwa tidak ada produk keuangan atau investasi yang bebas risiko. Hidup ini penuh dengan ketidakpastian!

Paling tidak, ada bahaya yang terkait dengan investasi di saham dan obligasi. Misalnya, ada bahaya likuidasi, yang terjadi ketika perusahaan yang sahamnya Anda beli gulung tikar. Lalu ada bahaya capital loss, yang merupakan kebalikan dari risiko capital gain. Demi kesederhanaan, kerugian modal didefinisikan sebagai selisih minus (-) antara harga jual dan harga beli. Dengan kata lain, harga jual saham lebih kecil dari harga perolehan saham.

BACA JUGA:   Identifikasi dan Saran Saat Koreksi Saham